Plafon merupakan bagian penting dari sebuah bangunan, plafon dapat di desain sedemian rupa sehingga memberikan nilai estetika pada bagunan itu sendiri. Dalam pemasangan plafon perlu diperhatikan agar plafon yang dipasang itu kuat, awet dan tahan lama.

1. Perhatikan atap / genteng jangan sampai ada yang bocor
Plafon dengan material gypsum itu jika terkena air terus menerus akan menyebabkan plafon gypsum cepat rusak, karena gypsum sangat rentan terhadap air. Jika terjadi rembesan air dari atap mengenai plafon, bisa saja tidak hanya sekadar meninggalkan noda bercak pada permukaan gypsum, tapi juga dapat membuat plafon rusak da hancur. Jika bagian plafon gypsum yang hancur tak sedikit, dan jika dibiarkan dalam waktu lama, maka tidak menutup kemungkinan plafon dapat roboh.

2. Proses pemasangan yang salah
Dalam pemasangan plafon gypsum sebaiknya dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman, hal ini untuk menghindari kesalahan dalam pemasangan, selain itu pemasangan nya juga akan lebih rapih dan cepat.
Proses pemasangan gypsum selain menggunakan skrup, juga menggunakan bahan bubuk gypsum atau compound khusus, bubuk ini brerfungsi sebagai lem di tempat sambungan list atau ornament, jika saat proses pemasangan tidak benar, seperti misalnya sambungannya tidak tepat maka bisa membuat plafon gypsum cepat roboh.

3. Penyokong/penyangga yang tidak kuat
Pastikan dalam memasang plafon gypsum, terlebih dahulu memasang penyangga yang kuat karena material ini rentan retak. Jika penyangganya tidak kuat, besar kemungkinan plafon gypsum akan jatuh/roboh, bahkan ketika tidak ada kebocoran pada atappun bisa menyebabkan roboh